Dahulu kala, kami bersama anak-anak lainnya pergi ke sanggar untuk belajar dan berpetualang. Kata Om (Ayah tersayang) mengajak kami untuk pergi seminar di TVRI Padang yang tamunya sendiri adalah Taufik ismail (wow, sastrawan kita). Tapi, kami gak begitu memperhatikan, yang kami pikirkan cerpen untuk minggu depan (hehehe). Sebenarnya ada juga hal yang membuat kami tertarik untuk ikut bersama Om. Kata Om kita pergi bersama pakai mobil Bang On (Abang tersayang). Tanggalnya saya lupa gak tahu kapan acaranya. Jadi waktu terus berlalu dan abad terus berganti, acara itu datang dan bertamu di TVRI. Om Kw mengajak kami semua, Aku sendiri, Opie, Nilna, Deli, Lily, Amel dan Dedy. Cuma itu anak Sanggar Sastra Citra Budaya yang aktif dan pintar-pintar membuat sebuah karya.
Kita berangkat tanggal 28 mei pukul 03.00 dah nyampe di sanggar. Pertamanya, Deli gak diizinin oleh Mamnya untuk ikut. Tapi, ia berusaha untuk tetap ikut dan membujuk Mamanya. Ini kan tampilan langsung heheehe LIve!! Mamanya pun luluh dan mengizinkan anak berambut panjang itu untuk pergi. Malamnya Deli langsung sms kalau dia boleh ikut ke TVRI. Kami berangkat jam empat kurang (memang gak pernah tepat) memakai mobil… Oh my God! STMIK Indonesia (hehehe ketemu lagi, dah lama gak nongol tu mobil). Mobil penuh dan cukup, tak ada yang tertinggal kecuali jejak kaki masing-masing. Di perjalanan kami selalu tertawa dan becanda, apalagi si Amel (anak paling cerewet di sanggar). Tanpa terasa dan tak dirasakan, kami nyampei juga di TVRI. Turun bersama-sama dan berkenalan dengan tokoh-tokoh yang terkenal dan tak kami kenal. Acara berlangsung lumayan meriah. Kami baru tahu kalau tema seminarnya adalah “Seminar Internasional 55 Tahun Taufik Ismail Berkarya.” Internasional? wowo, ada dari Australia, Singapore dan Malaysia. Hehehe, jadi masuk TV dan emang gak di ekpose.
Apa saja yang didapat? wah, kami dapat tas yang lucu banget. Di dalamnya ada kokarde, buku-buku karya beliau, majalah, horison, note book, makalah seminar. Gak lupa kami juga dikasih snack. tahu gak gimana perjuangan kami mendapatkan tas yang lucu itu? Pertamanya cuma dapat satu untuk delapan orang. Yang bener aja kan? gak mungkin dong. Tasnya lucu and unik banget, makanya pengen make terus. Akhirnya Om mengusahakan agar kami dapat semuanya dan akhirnya terkabul (Thanks Tuhan). Kami tertawa lebar seperti mendapatkan harta karun yang udah lama memendamkan diri. Rupanya nih acara ada breaknya, kami disuruh makan dan banyak sekali macam-macam masakan yang aku suka. Sebenarnya mau sholat dulu, tapi tempat sholat rame banget dan kami putuskan untuk makan dulu. Gak ada tempat duduk lagi, dan kami makan di lantai bersama, eh jadi trendsetter loh. Smeua orang juga ngikutin untuk duduk di lantai hehehehe.
Siapa aja tokoh yang kami jumpai di sana? Wah, banyak banget dan kamu yang hobi baca buku n puisi akan tahu siapa dirinya. Yang jelas Pak Taufik Ismail sendiri, Om Iyut Fitra, Om Gus TF, Adri Sandra, Yetti Ak, Sandi BS, Pak Wisran hadi dan Om tercinta Yusrizal KW. Sebenarnya masih banyak yang lainnya, tapi aku lupa maklum insomia selalu menjalar. Selesailah acara itu sekitar pukul 09.30 malam. kami berduyun-duyun ke mobil untuk pulang. Di perlajalanan kami di traktir Om untuk makan sate di Tabing hehee. Sebenarnya suda sangat kenyang, tapi yang namanya gratis tetap aja mau. Akulah orang yang paling rekor memakan daging sate sebanyak 18 tusuk, wow. Kami pulang dengan damai dan perut kekenyangan. AKu gak pulang, melainkan tidur di rumah Opie. Rumahku jauh banget, jadi kayaknya gak usah aja gitu. Tidur di rumah Opie dan kami benar-benar gak bisa tidur. Akhirnya Opie lah yang pertama kali tidur dan aku ngomong kayak orgil yang gak didengar orang. Mungkin Opie kira aku menceritakan dongeng and dia tertidur. Met tidur, Pie.
Fotonya, ada gak sih? Ada dong…! Kalau yang namanya foto-foto, kamilah rajanya. semua anak sanggar itu narsis-narsis, lebih narsis dari model. Walaupun tampang mereka semuanya imut-imut gak sepenuhnya amit-amit, tetep aja ampang fotonya gak imut-imut banget. Nih, dokumentasi selama mengikuti acara, jangan kaget foto kami gawat darurat hehehee.


Foto Waktu Sebelum Acara di mulai: Acara sedang berlangsung
Narsis waktu acara: Selesai sholat:


Foto bareng penyair dan budayawan terkenal…




Om Kw dan bang On tercinta:



Lagi gaya di pentas…

Di traktir Om makan sate.. pedas banget, besoknya langsung bocor.. pake merica, sih!

Setelah itu, kami puylang dalam keadaan kekenyangan….