Kamu pernah dengar nama danau satu ini? Danau ini ada dalam pelajaran Geografi loh. Danau Baikal adalah danau terbesar di Asia. Selain itu, danau ini juga terdalam di Dunia, letaknya di selatan Siberia di Rusia, antara Oblast Irkutsk di barat laut dan Buryatia di tenggara, dekat kota Irkutsk di . Akhir-akhir ini, suhu danau naik drastis selama 60 tahun terakhir. Wah, ini sangat mempengaruhi ekosistem hewan yang hidup di dalam danau tersebut. Hewan yang hidup di sana sudah diprediksi dalam keadaan terancam punah. Duh, kasihan banget, padahal mereka gak salah apap-apa. Kenaikan suhu mencapai 1,21 Celcius, ini terjadi sejak 1946. Hal ini gak jauh-jauh dari kesalahan kita semua, ini disebabkan kenaikan suhu udara global. Hal tersebut dikatakan Marianne More, seorang profesor di Wellesley College di Massachusetts, AS, salah satu penulis dari karya tulis ilmiah yang akan dipublikasikan dalam jurnal “Global Change Biology” edisi Mei 2008. Kamu tahu gak kalau 20 persen ikan di dunia yaitu sekitar 2.500 spesies yang tak ada di tempat lain di dunia, ada di sini. Bukan itu saja, hanya di danau inilah adanya anjing laut air tawar. Kalau misalkan temperatur terus naik, maka lapisan es yang ada di danau akan meleleh dan itu akan membuat anak-anak anjing laut diserang oleh predator, karena tak adanya gua-gua untuk melindungi diri. Ini membuat mereka tambah menderita.
“Perubahan dari mata rantai bahan makanan juga telah berubah. Jumlah zooplankton multiseluler yang biasanya hidup di air yang jauh lebih hangat telah meningkat menjadi 335 persen sejak 1946, sementara jumlah chlorophyl telah meningkat 300 persen sejak tahun 1979,” kata Moore.
Makanan pun akan semakin berkurang, seperti diatorn yang merupakan sumber makanan bagi organisme kecil sudah hampir tak ada lagi. “Berkurangnya lapisan es akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pemanasan global itu sendiri,” tandas Moore. Selama ini, para ilmuwan berangapan volume air yang banyak di danau tak mudah terpengaruh dampak dari pemanasan global, namun kenyataanya sangat rentan. Hal ini akan mempengaruhi pada danau-danau kecil lainnya. Danau ini adalah danau tertua dan paling banyak isi air tawarnya di Bumi. Berisi 20 persen air tawar dunia dan lebih dari 90 persen air tawar Rusia. Danau ini juga menghadapi risiko dicemari oleh pipa minyak yang akan dibangun perusahaan Transneft di sana, kata praktisi lingkungan di Moskow. Sebuah analisis menyebutkan air di sungai tersebut pada 1 Februari menunjukkan bahwa air telah terkontaminasi “lebih dari 100 kali konsentrasi produk perminyakan,” kata website kementerian itu. Mungkin hal ini ada sangkut pautnya dengan pencemaran dan global. Kita juga gak tahu apakah ini yang menyebabkan pemanasan secara global di danau tersebut. Yang paling kasihan adalah hewan yang hidup di sana, gak mungkin dong kita harus kehilang hewan yang langka dan gak ada di tempat lain. (Kompas/geografiana/Yulisa Farma)